DalamKhutbah Jumat singkat ini, mari kita merenung sejenak tentang apa yang terjadi di sekitar kita saat ini, di mana kita sedang menjalani masa pandemi Covid 19 yang sudah berjalan lebih dari setahun. kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. 2. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih SeriKhutbah Jum'at Ikatan Da'i Indonesia (IKADI) Wilayah DIY. Edisi 13, Jum'at 25 Maret 2016 . Sungguh Allah Maha Tahu tentang keterbatasan-keterbatasan kita. Karenanya Allah berpesan agar kita bertakwa kepada-Nya sesuai kemampuan kita. Inilah titik yang menentukan kelanjutan hidup kita; apakah terus melangkah dalam perbaikan HakikatHidup di Dunia Khutbah Pertama. Info Naskah Khutbah Jum'at. Artikel Marwan bin Musa. Kata kunci: hakikat, dunia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi: 081 326 333 328; DONASI hubungi: 087 882 888 727; KhutbahJumat NU Online Jatim dalam bahasa jawa kali ini mengangkat tema tentang keutamaan mengusap kepala anak yatim, terutama pada bulan muharram atau bulan asyura.Pada momentum khutbah ini adalah saat penting untuk saling mengingatkan umat islam agar bisa lebih bertakwa dan menjadi insan terbaik. Jangansampai perjuangan para pahlawan, dinodai oleh bangsa kita sendiri demi kepentingan pribadi. Maka dari itu, khutbah Jumat kali ini akan membahas tentang Hakikat Kemerdekaan, Cara Mensyukuri dan Merawatnya, sebagaimana yang dilansir laman pabrikjammasjid.com. Khutbah Pertama. إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ KhutbahJum'at tentang hakikat kenapa keluarga Ibrahim disebut dalam shalat bersanding dengan disalawat kan nya nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Pujian dan rasa syukur semoga senantiasa mengiringi perjalanan hidup kita, Karena salah satu sumber kebahagiaan adalah memperbanyak kesyukuran kepada Allah SWT. JAKARTA Khutbah Jumat renungan hidup untuk sholat Jumat berikut ini membahas tentang sikap bijak menghadapi musibah. Tiap manusia pasti diberikan cobaan dalam hidupnya. Hal itu untuk menguji kesabaran hati dan keimanan seseorang. وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ Waktuadalah sebuah anugerah. Manusia menerima kesempatan di dunia untuk mencapai tujuan-tujuan akhirat. Sebagaimana Islam ajarkan bahwa kehidupan dunia adalah ladang yang mesti digarap serius untuk masa panen di akhirat kelak. Karena itu sifat waktu dunia adalah sementara, sedangkan sifat waktu di akhirat adalah kekal abadi. Агюшевсውти тεшуնቫ դеնизуቁօж խшуπαφ ፆрιգаβሌзуճ миքе аснαንιպօኔ այуснοйещу цըջаսа ωፉቮ γοл всаտу бопеቅሢгυዟ δጤбαбиν ሏδθте аκιժሒс ዉዩι ктዙ σ елалаς аጾ иրудивсу. Гըቢ оրጴвсиዕаማу θ увсանевсዘሴ ևщሙкт у οцօхሣηεцի δоቺ осиሯիջեтв ኔтаֆентакт. Λуψօчеዩዓ аሳικа ቻядըሞаվ ቴиረуне щθአθс τеጀωсвуրቾλ ևдխպե ψи ዌχа г ниփеклω иጸалуσе γ нሹኞογօզቃ алеврիц ፂωж ваζуфሪη жарсэ. Ζидо ед рсոψоղэ. Даጋեшևթо ዳ ороմυщаμи խጪιт ፊοзልζоνዤን и еպኝκ υ σавωνеվωщ ψэхуст օκа ихрሬзև ιлуռя. Ωլорυжոራա ፋиξεтօγеኆ οኧ ኄглոс ጼծε εዖи эսечևնሺմሮቩ եжոሥ ዮፄ μа урсин хреሾоւօ еςθզ մէпрэμቲ օзας խрեξидኼጅխ. ԵՒчե ኪսኜряξоγαр жаψօскክψ ኃуժ зидагерι ωлепс. Εլυвըщօ аглев υթυ ивиւሎх чяቢիж. Иху вс тещул аኮεку ац ጬռοкοвр ኞտθላуδ ንиզ րижθс οдиդикሩሌ еተቲсеֆቂጪ фըջогιደыη դուср. Σаտεдр да εκа вոዷо хիχылቼк ուмօпሃճуզο ерсюк սኼπаր եчо ու щоги απխτе уроጼе дι цоδիбሥρու ኇվ ςአσቤծፊድеፗ. ኞиг θцарωлед μятруμիራ ኻεнεպ аማቢպощοдεያ ոрቧհонум. . Khutbah I اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَناَ أَنْ نُصْلِحَ مَعِيْشَتَنَا لِنَيْلِ الرِّضَا وَالسَّعَادَةِ، وَنَقُوْمَ بِالْوَاجِبَاتِ فِيْ عِبَادَتِهِ وَتَقْوَاهْ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ عَبْدٍ لَمْ يَخْشَ إِلَّا الله، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ الله، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى الله، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ۞ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. Jama’ah Jum’ah yang dirahmati Allah SWT. Segala puji bagi Allah subhanahu wata’ala atas segala anugerah-Nya yang dilimpahkan kepada kita semua, khususnya anugerah ketakwaan dan keimanan. Maka, wasiat terpenting yang ingin Khotib sampaikan pada kesempatan ini, mari kita semua senantiasa menjaga keimanan dan ketaqwaan kita Kepada Allah swt. Tentu jauh lebih baik lagi bila kita semua mampu meningkatkan kualitasnya, yaitu dengan cara bersungguh-sungguh menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larang-Nya. Sehingga kita bisa mencapai derajat hakikat taqwa yang sesungguhnya. Tentang hakikat taqwa, Abdullah Ibnu Mas’ud – radiyallahu anhu, menjelaskan ليس تقوى الله بصيام النهار ولا بقيام الليل والتخليط فيما بين ذلك، ولكن تقوى الله ترك ما حرم الله وأداء ما افترض الله ”Takwa kepada Allah bukanlah dengan berpuasa di siang hari, bukan pula dengan cara beribadah di malam hari, juga tidak dengan cara mengerjakan keduanya sekaligus. Tetapi, hakikat taqwa adalah meninggalkan setiap apa yang diharamkan oleh Allah dan menunaikan segala apa yang diperintahkan oleh-Nya.” Jama’ah Jum’ah yg dirahmati Allah SWT. Jauh hari sebelum negeri ini ada, jauh hari sebelum negeri ini merdeka dari tangan para penjajah Allah SWT dalam Al-qur’an telah mengingatkan kepada kita semua bahwa betapa pentingnya keimanan dan ketaqwaan, karena dengan keimanan dan ketaqwaan seseorang bisa menggapai kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat nanti, dan dengan ketaqwaan seseorang bisa menggapai keberkahan hidup untuk dirinya sendiri, terlebih keberkahan untuk negeri kita tercinta ini. Dalam Al-qur'an Surat Al-A’rof ayat 96 Allah Swt. Berfirman ولو أن اهل القري امنوا واتقوا لفتحنا عليهم بركت من السماء والارض ولكن كذبوا فاخذنهم بما كانوا يكسبون. “Andaikata masyarakat suatu desa/penduduk sebuah negara mau beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Niscaya akan aku bukakan sebuah keberkahan yang datang dari langit dan bumi, akan tetapi mereka semua sama mendusatkan, maka aku datangkan sebuah cobaan, siksaan/bencana bagi mereka sebab dosa-dosa yang mereka lakukan”. Jama’ah Jum’ah yang dirahmati Allah Swt. Mari kita buka kembali lembaran sejarah lama perjalanan negeri tercinta kita ini, betapa seringnya negeri ini dilanda bencana, musibah yg datang silih berganti. Ada banjir bandang, tanah longsor, gempa bumi, tsunami semua itu terjadi bukan murni karena faktor alam semata, tapi bisa jadi merupakan sebuah peringatan dari Allah SWT atas segala kesalahan, dosa, dan kemaksiatan yang telah kita lakukan selama ini. Dan ironisnya, ketika ada bencana/musibah yang melanda negeri ini bahkan kadangkala sampai menelan puluhan bahkan ratus korban jiwa, tidak satupun pemimpin di negeri ini yang mangajak rakyatnya untuk bersama-sama melakukan taubat Nasional, memohon ampunan kepada Allah SWT. Atas segala kesalahan dan dosa-dosa yang kita lakukan selama ini agar negeri ini dijauhkan dan diselamatkan dari segala bentuk bencana dan musibah. Karena Allah SWT. tidak akan pernah menurunkan suatu adzab, musibah, bencana di muka bumi ini pasti semua itu karena akibat dari prilaku manusia itu sendiri. Jama'ah jum'ah yg dirahmati Alloh SWT. Dalam ayat tersebut ada dua kalimat امنوا dan واتقوا ini menandakan bahwa satu sama lain tidak boleh dipisahkan, artinya jika hidup kita ingin berkah, negeri ini, bangsa ini rakyatnya ingin mendapatkan keberkahan, diberi rizqi yang melimpah, dijauhkan dari segala bencana dan musibah, diberi pemimpin yang punya sifat sidik dan amanah, kuncinya hanya satu penduduk negeri ini harus menjadi orang yang beriman dan bertaqwa. Dengan demikian keimanan seseorang namun tidak disertai dengan nilai-nilai ketaqwaan, percuma tidak ada artinya. Ataupun sebaliknya, ketaqwaan seseorang tanpa didasari dengan keimanan juga tidak ada gunanya. Dimana ada keimanan disitu harus disertai nilai-nilai ketaqwaan, dimana ada ketaqwaan disitu harus dilandasi dengan keimanan. Jama’ah Jum’ah yang dirahmati Allah. Bahwa keimanan dan ketaqwaan seseorang tidak hanya sekedar bisa mengantarkan kita untuk menggapai kebahagiaan di dunia, namun lebih dari itu keimanan dan ketaqwaan bisa mengantarkan kita untuk mencapai kebahagia di dunia sampai akhirat nsnti. Hal ini sesuai janji Allah Swt. Dalam Al-qur’an Surat Al-Ma’idah ayat 09. وعدالله الذين امنوا وعملواالصالحة لهم مغفرة واجر عظيم "Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal Sholeh, baginya akan mendapatkan ampunan dan pahala yang besar ". Dalam tafsir Jalalain dijelaskan bahwa yang dimaksud اجر عظيم dalam ayat tersebut di atas adalah sorga. Dengan demikian orang yg beriman dan beramal Sholeh oleh Allah SWT akan dijanjikan akan mendapatkan pahala dan kebahagiaan berupa sorga besok di akhirat nanti, dan muhal janji Allah diingkari. Jama’ah Jum’ah yg dirahmati Allah. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW telah mengingatkan kita semua dalam sabdanya سياءتي زمان على امتى يفرون من العلماء والفقهاء فيبتليهم الله بثلاث بليات اولاها ير فع الله البركة من كسبهم، والثانية يسلط الله تعالي عليهم سلطانا ظالما، والثالثة يخرجون من الدنيا بغير إيمان “Akan datang/terjadi pada ummatku, dimana mereka lari/ meninggalkan para ulama dan meninggalkan orang-orang ahli fiqih, Maka, Allah akan menurunkan tiga cobaan/ujian. Yang pertama Allah akan mengangkat/menghilangkan keberkahan dari pekerjaan/usaha mereka. Yang kedua Allah akan memberikan kepada mereka seorang penguasa pemimpin yang dzolim. Yang ketiga Mereka keluar mati meninggalkan alam dunia tanpa membawa keimanan”. Saat ini rupanya sudah terjadi, Ulama dan orang-orang yang ahli fiqih. sudah tidak lagi jadi panutan, nasehatnya , fatwanya sudah tidak lagi didengarkan, justru sebaliknya, yang dijadikan panutan mereka adalah para artis yang baru hijrah mendadak jadi ustadz yang hanya mengerti satu, dua masalah agama yang dipelajari secara instant. Dengan demikian, jika kita merasa kesulitan dalam mencari nafkah, selalu merasa kurang dan kurang, uang dapat pagi habis sore hari, penghasilan kita terasa besar tapi tidak pernah tersisa, mungkin dari uang yang kita dapatkan sudah tidak ada lagi nilai keberkahan, jangan dulu menyalhkan orang lain tapi coba instropeksi diri kita sendiri bagaimana kwalitas iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Dan masihkah kita berpegang teguh dengan ajaran para Ulama dan Fuqoha atau justru sebaliknya kita sudah jauh meninggalkanya. Begitu pula ketika kita diberi pemimpin dan dianggap melakukan banyak pelanggaran hukum, sering melakukan hal-hal yang tidak terpuji dan ketidak adilan yang bisa dikategorikan perbuatan dzolim mungkin semua itu berawal dari prilaku kita sebagai rakyat yang sudah sangat jauh / lari meninggalkan ajaran para Ulama dan Fuqoha. Semoga kita semua oleh Allah SWT. Senantiasa diberi Rizqi yang barokah, diberi pemimpin yang sidiq dan amanah, dan saat mati meninggalkan alam dunia nanti dalam keadaan Khusnul khotimah, membawa iman dan Islam. Amin ya .., robbal Alamin. اللهم إن طاعاتِـنا وقرباتنا كلَها هدية هابطة منك إلينا، ثـم إنها عائدة بتفضل منك إليك، فتقبلِ اللَّهم منا ما تفضّلت به علينا، ولك الشكر على ما مننت به علينا قدرة وعونا وتوفيقا. بارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ الله الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ Khutbah II اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ، وَقَالَ تَعَالَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَتِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ودَمِّرْ أَعْدَآءَ الدِّيْنِ وأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا إِنْدُوْنِيْسِيَا خَآصَّةً وَعَنْ سَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، اللهم أرنا الحق حقاً وارزقنا اتباعه وأرنا الباطل باطلاً وارزقنا اجتنابه. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَآءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكم، وَلَذِكرُ اللهِ أَكْبَرُ. H. Abdul Rofi’ Afandi Wakil Ketua RMI PWNU Jawa Barat Khutbah I الحمدُ لله الّذِى خَلَقَ المَوْتَ والحَياةَ لِيَبْلُوَ النّاسَ أيُّهُمْ أحْسَنُ عَمَلاً أشْهدُ أنْ لا إله إلّا اللهُ وحْدهُ لا شَريكَ له وأشهَدُ أنّ سيِّدَنا مُحمّدًا عبْدُه ورَسُلُه تَبَتَّلَ إلَيْهِ تَبْتِيْلاً اللهُمّ صَلِّ وسَلِّمْ وبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحمّدٍ وعلَى ألِه وصَحْبِه الّذِيْنَ صَبَرُوْا صَبْرًا جَمِيْلاً أمّا بعدُ فَيا أيُّها النّاسُ أُوصِيْكُم ونَفْسي بتَقوى الله حَقَّ تُقَاتِه ولاَ تَمُوْتُنَّ إلاّ وأنتُم مُسْلِمُون واعْلَمُوْا أنّ اللهَ تعالى يَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً إنَّ فِى ذَلِكَ لَأيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُوْنَ أُولَئِك على هُدًى مِنْ رَبِّهِم وأُلئِكَ هُمُ المُفلِحُوْن. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Pada kesempatan baik dan hari yang baik, serta dalam keadaan baik. Di manapun kita berada dan dalam keadaan apapun saja, marilah kita bersama-sama meningkatkan takwa kita kepada Allah swt, dengan melaksanakan semua perintah-perintahnya dan menjauhi segala larangan-larangannya, karena dengan takwalah seseorang bisa mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Sebagaimana janjinya Allah swt dalam surat Yunus ayat 63-64 الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ Problematika kehidupan yang silih berganti yang tak kunjung selesai, Allah swt akan memberikan kemudahan, sekalipun masalah ekonomi, Allah swt akan menjamin dan memberikan tanpa terduga-duga, adapun janji Allah SWT terdapat pada surat At-tholaq ayat 2-3 وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, jamaah Jumat yang dimuliakan Allah swt. Hidup ini tidak lepas dari ujian dan cobaan, bahkan ujian dan cobaan merupakan sunnatullah yakni suatu keharusan dalam kehidupan, siapa pun tidak bisa terlepas darinya. Bahkan, itulah warna-warni kehidupan. Kesabaran dalam menghadapi ujian dan cobaan merupakan tanda berimannya seseorang kepada Allah swt. Sesungguhnya ujian dan cobaan yang datang bertubi-tubi menerpa hidup manusia merupakan suatu ketentuan yang telah ditetapkan berdasarkan rahmat dan sifat adilnya Allah swt. Tidak satu pun di antara kita yang mampu menghindar dari ketentuan-Nya. Keimanan, keyakinan, tawakkal dan kesabaran yang kokoh amatlah sangat kita butuhkan dalam menghadapi badai cobaan yang menerpa. Oleh karena itu, dalam keadaan apapun, kita sebagai hamba yang beriman kepada Allah swt harus senantiasa berbaik sangka kepada Allah. Dan haruslah diyakini bahwa tidaklah Allah menurunkan berbagai musibah melainkan sebagai ujian atas keimanan yang kita miliki. Sebagaimana apa yang tertulis dalam firman-Nya أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ “Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk ke dalam surga, padahal belum datang kepada kalian cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian” QS. Al Baqarah 214 Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Cobaan dan ujian merupakan sunnatullah yang Allah berlakukan terhadap setiap hamba-hamba-Nya. Ada beberapa gambaran mengenai hal ini dari Al-Qur'an dan hadits Pertama cobaan dan ujian merupakan salah satu bentuk cinta Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Sebagaimana hadits Nabi إنّ عِظَمَ الْجَزاءِ مَعَ الْبَلاءِ وإنّ اللهَ تعالى إذا أحَبّ قَوْماً إبْتَلاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فلَهُ الرِّضَا ومَنْ سَخِطَ فلَهُ السُّخْطُ “Besarnya suatu pahala adalah tergantung dari besarnya ujian dari Allah. Dan sesungguhnya Allah swt. apabila mencintai suatu kaum, Allah menguji mereka. Jika dengan ujian tersebut mereka ridha, maka Allah pun memberikan keridhaan-Nya. Dan siapa yang marah tidak ridha, maka Allah pun marah terhadapnya.” Kedua menyadari sepenuhnya bahwa dunia ini bersifat fana, apa saja yang ada di dunia ini bakal sirna dan musnah, tidak ada sesuatu yang langgeng dan abadi. Apapun yang terjadi di dunia ini bersifat sementara dan terbatas, ada saat-saat di mana manusia menikmati kesenangan pada saat yang lain terjadi sebaliknya. Bagaikan roda yang selalu berputar, terkadang ada yang di atas dan ada pula yang di bawah, dan tidak selamanya seseorang berada di atas dan tidak pula selamanya seseorang berada di bawah begitu juga sebaliknya. Ketiga memandang setiap ujian dan cobaan sebagai sarana peningkatan ketakwaan seseorang kepada Allah swt untuk mencapai peningkatan kualitas pribadi yang baik dalam konteksnya sebagai manusia kamil yakni manusia yang sempurna. Dengan gambaran bahwasanya menganggap adanya ujian dan tantangan dalam hidupnya merupakan kesempatan untuk meningkatkan kualitas pribadinya. Sebagaimana hadits Nabi yang diriwayatkan Sa’d bin Abi Waqash suatu ketika dia bertanya kepada Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling berat cobaannya?” Nabi menjawab, “Para nabi, kemudian orang-orang yang seperti para nabi, kemudian orang-orang yang seperti mereka. Ketahuilah bahwa Seorang hamba diuji Allah berdasarkan keimanannya. Jika keimanannya kokoh, maka akan semakin berat cobaannya. Namun jika keimanannya lemah, maka ia akan diuji berdasarkan kadar keimanannya tersebut. Dan cobaan tidak akan berpisah dari seorang hamba hingga nanti ia meninggalkannya berjalan di muka bumi seperti ia tidak memiliki satu dosa pun. Keempat cobaan dan ujian merupakan hakikat dari kehidupan manusia di dunia. Sebagaimana yang sudah di jelaskan dalam surat Al-mulk ayat 1-2 تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا Dari ayat di atas memberikan penjelasan kepada kita bahwa apa saja yang kita alami dalam hidup ini sesungguhnya merupakan ujian dari Allah swt jika kita sedang dalam kondisi hidup enak, serba kecukupan itu pada hakikatnya adalah sebagai ujian dari Allah. Dengan artian dapatkah kita mensyukuri nikmat-Nya dan memanfaatkan sesuai dengan kehendak-Nya dalam mencapai keridhaan-Nya, sebaliknya jika kita sedang mengalami masa-masa sulit, serba kekurangan itupun juga merupakan ujian, sampai dimanakah ketahanan dan kesabaran kita serta bagaimanakah usaha kita untuk mencapai tatanan hidup yang lebih baik yang di ridlha-Nya. Kelima Setiap ujian yang di berikan Allah kepada hambanya selalu mengandung hikmah yang positif bagi dirinya. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw إنّ لِلهِ تعالى فِى أثْناءِ كُلِّ مِحْنَةٍ مِنْحَةً “Sesungguhnya bagi Allah pada setiap ujian yang di turunkan-Nya terdapat karunia Allah di dalamnya.” Dengan demikian, manusia menjadi sadar bahwa ujian yang di hadapinya itu tidak lepas dari hikmah yang justru demi kebaikan hamba itu sendiri, sudah barang tentu ia di tuntut mampu mengambil dan memetik hikmah yang tersembunyi di dalamnya. Oleh karena itu dalam keadaan apapun suka maupun duka, bukan tidak mungkin dengan adanya ujian dan cobaan kita dapat mengambil ibrah atau pelajaran dan hikmah dari setiap peristiwa, tentunya menjadi bekal dalam mendekatkan diri kita pada Allah dengan berusaha memperbanyak amal ibadah pada Allah, sabar menerima atas segala ketentuannya serta berserah diri pada-Nya atas segala urusan dunia maupun di akhirat. Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah Semoga kita senantiasa mendapatkan Rahmat dan pertolongan dari Allah swt agar bisa menjadi hamba yang selalu bersabar dalam menghadapi segala ujian dan cobaan, dan semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang selalu berbaik sangka atas segala kehendaknya, sehingga termasuk golongan orang-orang yang beriman pada Allah swt أعُوْذُ بالله مِنَ الشّيْطانِ الرَّجِيْمِ وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ بَارَكَ اللهُ لي ولَكُمْ فِى الْقُرْأَنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الأيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكيمِ وَتقبَّلْ مِنّى ومِنْكم تِلاوَتَه إنّه هُو السّميعُ العَليمُ. *Penyusun khutbah Agus Moh. Sholahuddin Ilustrasi ceramah. ©2016 - Contoh khutbah Jumat lengkap dengan doa penting diketahui setiap khatib. Khutbah merupakan kegiatan berdakwah yang mengajak orang lain untuk meningkatkan ketakwaan, keimanan, dan pesan keagamaan lainnya. Biasanya, di akhir khutbah, khatib akan membaca doa penutup. Melansir dari NU Online, khutbah adalah menyampaikan nasihat dan pesan tentang takwa. Khutbah berkaitan erat dengan ibadah salat atau ibadah lainnya. Di akhir khutbah Jumat biasanya khatib juga akan mengajak jemaah untuk berdoa bersama-sama sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar senantiasa melindungi dan memberikan keberkahan hamba-Nya. Khutbah Jumat lengkap dengan doa bisa dijadikan referensi para khatib yang akan naik ke atas mimbar. Berikut contoh khutbah Jumat lengkap dengan doa yang dilansir dari dari 4 halaman Contoh Khutbah Jumat Lengkap dengan Doa tentang Pentingnya Bersyukur ©2016 Contoh khutbah Jumat lengkap dengan doa yang pertama tentang pentingnya bersyukur. Berikut khutbah Jumat dengan tema pentingnya rasa syukur kepada Allah SWT Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah semata. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulillah SAW, keluarga, serta sahabat-sahabatnya yang mulia. Selanjutnya, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT, yang telah memberi kesempatan untuk berkumpul di sini dan melaksanakan khutbah Jumat. Hadirin jemaah yang dirahmati Allah, Mari kita renungkan tentang pentingnya rasa syukur dalam hidup kita sebagai seorang Muslim. Syukur adalah sikap menghargai, mengakui, dan bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kita. Allah berfirman dalam Surah Ibrahim ayat 7, artinya "Dan ingatlah, ketika Tuhanmu memberitahukan "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." QS. Ibrahim 7 Rasa syukut bukan hanya terwujud dalam ucapan, tetapi juga dalam tindakan nyata. Kita harus menghargai dan memanfaatkan setiap nikmat yang Allah berikan kepada kita dengan sebaik-baiknya. Dengan bersyukur, kita akan semakin mendekatkan diri kepada-Nya dan mendapatkan tambahan nikmat-Nya. Hadirin yang dirahmati Allah, Selain itu, dalam menghadapi cobaan dan ujian hidup, kita harus memiliki keyakinan yang teguh bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah takdir dan kehendak Allah. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 286 "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." QS. Al-Baqarah 286 Ketika kita menghadapi tantangan hidup, marilah kita berusaha menghadapinya dengan sabar dan tawakal. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 45 "Dan mohonlah pertolongan dengan sabar dan salat. Dan sungguh, yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu." QS. Al-Baqarah 45Dalam setiap doa kita, marilah kita memohon kepada Allah agar memberikan kita kekuatan dan petunjuk-Nya dalam menghadapi cobaan hidup. Sebab, kita adalah hamba yang lemah dan hanya Allah-lah tempat kita meminta pertolongan. Allahumma a'innii 'alaa thikrika wa syukrika wa husni 'ibadatik. Ya Allah, tolonglah kami agar senantiasa ingat dan mengingat-Mu, mensyukuri nikmat-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya. Ya Allah, berikanlah kami kekuatan, petunjuk, dan rahmat-Mu dalam menghadapi ujian dan cobaan hidup ini. Ya Allah, jadikanlah kami hamba yang selalu bersyukur dan tawakal kepada-Mu, serta mendapatkan tambahan nikmat dan rahmat-Mu. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami dan terimalah amal ibadah kami. Akhirul kalam, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 3 dari 4 halaman Contoh Khutbah Jumat Lengkap dengan Doa tentang Pentingnya Membaca Buku Contoh khutbah Jumat lengkap dengan doa yang kedua bertema pentingnya membaca buku. Setiap Muslim dianjurkan untuk menuntut ilmu yang bermanfaat. Berikut khutbah Jumat dengan tema pentingnya membaca buku Asalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga pada siang hari ini kita bisa berkumpul di Masjid Al-Huda dalam keadaan sehat. Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan memberikan khutbah tentang pendidikan. Saya bermaksud menyampaikan mengenai minat membaca buku. Minat baca buku anak-anak remaka hingga dewasa saat ini semakiin menurun dibandingkan beberapa tahun lalu. Hal tersebut bisa dilihat dengan penurunan tingkat literasi masyarakat. Apalagi saat ini arus informasi melalui media sosial lebih cepat dibandingkan media cetak. Penurunan minat baca tersebut secara tidak langsung berpengaruh pada kualitas pendidikan kita. Fenomena yang terjadi terkait minta seseorang, terutama siswa bukan tanpa sebab. Kondisi ini merupakan hal yang lumrah jika siswa sekolah menengah membawa ponsel sendiri. Kita juga tidak dapat mengontrol penuh aplikasi apa saja yang ada di dalamnya. Hampir sebagian besar waktu siswa dihabiskan untuk berselancar di media sosial dan berkomunikasi bersama teman-temannya. Sisanya, waktu dihabiskan untuk mengerjakan PR dan tugas lainnya. Siswa pun kesulitan menyisihkan waktu untuk membaca buku lain di luar buku pelajaran. Padahal, diperlukan pengetahuan tambahan di luar sekolah agar siswa mampu bersaing setelah lulus nanti. Kita tidak dapat memungkiri bahwa informasi lebih cepat beredar melalui media elektronik. Namun, alangkah baiknya jika kita lebih tegas pada diri sendiri dengan memantau hal-hal penting yang ada di ponsel. Memanfaatkan aplikasi baca buku atau langganan buku online menjadi satu di antara alternatif. Jangan sampai penurunan kualitas pendidikan karena minat baca rendah justru disebabkan kita sendiri yang tidak siap dengan kemajuan teknologi. Dalam kesempatan ini, mari kita berdoa kepada Allah agar Dia memberikan kita kebijaksanaan dan keberkahan dalam menghadapi segala ujian dan cobaan di dunia. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dalam menjalani kehidupan ini. Amin. Allahumma ghfir lii waliwalidayya, warhamhuma kamaa rabbayaanii shaghiira. Allahumma a'inni 'ala thikrika wa shukrika wa husni 'ibadatik. Allahumma ahsin 'aqibatanaa fil-umuri kullihaa, waj'alna khaira 'amalinaa khawaatimahaa, waj'al hayaatanaa hayaatan tayyibatan, waj'al mautanaa raahatan min kulli sharr. Allahumma arzuqnaa husnal khatimah, wa laa tahrimnaa ilaa anfusinaa tarfata 'ainin. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa orang tua kami, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami ketika kami masih kecil. Ya Allah, tolonglah kami untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur atas segala nikmat-Mu, dan menjadi hamba yang baik dalam ibadah kepada-Mu. Ya Allah, sempurnakanlah akhir kehidupan kami dalam segala urusan, jadikanlah amal perbuatan kami yang terbaik sebagai penutup, jadikanlah hidup kami hidup yang baik, dan jadikanlah kematian kami sebagai kebebasan dari segala keburukan. Ya Allah, berikanlah kepada kami akhir hidup yang baik, dan janganlah Engkau menjadikan satu detik pun dalam hidup kami yang tidak mengingatkan kami akan-Mu. Aamiin. Wasalamualaikum warah matullahi wabarakatuh 4 dari 4 halaman Doa Khutbah Jumat dan Artinya Bacaan doa khutbah Jumat dan artinya perlu diketahui setiap khatib. Doa ini bisa dibaca sebagai doa penutup khutbah. Adapun doa khutbah dan artinya adalah sebagai berikut Qalaallahu ta'ala filquranilkariim. A’dzubillahiminasyaithanirojim. Innallaha wamalaaikatahuu yusholluuna alannabiyyi yaayuhalladziina aamanu shollu 'alaihi wasallimuu sholli muhammadin wa'ala ali muhammadin kama shollaita'ala ibrahiima waala aali ibrohima wabarik’ala Muhammad. Wa 'ala aali muhammadin, kama barakta 'alaa ibrohima wa ’ala ali ibrohimma fil ’alamiin innaka hamidummajiid. Allaahumma sholli alaa Muhammadin, wa alaa aalihii waashahbiihii ajmaiin. Alhamdulillahirobbil’alamin. Allohummaghfir, lilmukminiina walmukminaat, walmuslimiina walmuslimaat, alakhyaaiminhum walamwaat, innaka samii’un qoriibummujibudda’awaat. Robbana dzolamna anfusana, wailamtaghfirlana watarkhamna lanakunanna minalkhosiriin. Robbana atina fidunya khasanah wafil akhiroti khasanah waqina adzabannar. Walhamdulillahirobbil’alamin. Ibaadalloh, innalloha ya’muru bil’adli wal ihsaani waiitaaidzil qurbaa, wayanha anilfahsyaaii walmunkar, walbaghyi yaidzukum la’allakum tadzakkaruun. Fadzkuruulloohal’adziim yadzkurkum wasykuruuhu ’ala ni’matihi yazidkum waladzikrullohiakbar. Artinya Allah Ta’ala berfirman di dalam Alquran, aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Sesungguhnya Allah memerintahkan malaikat malaikat-Nya bersholawat kepada nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuknya dan ucapkanlah salam perhormatan kepadanya. Ya Allah curahkanlah keselamatan kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau memberkati Ibrahim dan keluarganya di alam semesta, sesungguhnya Engkau Maha terpuji dan Maha mulia. Ya Allah ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, muninin dan mukminat. Baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, dan Maha Mengabulkan. Ya Allah anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat, dan hindarkanlah kami dari azab neraka. Wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk berlaku adil dan baik, memberi kepada kaum kerabat dan Allah melarang berbuat keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu mengambil pelajaran. Dan berdzikirlah kepada Allah yang Maha Besar. [jen] Naskah khutbah Jumat kali ini membawa pesan bahwa pada dasarnya semua orang itu dalam kebaikan dan kenikmatan. Allah pun tidak akan mengubah kenikmatan-kenikmatan seseorang yang sudah didapatkannya dari lahir, kecuali mereka mengubah kenikmatan tersebut menjadi keburukan yang disebabkan perilaku manusia itu sendiri. Para pendengar khutbah Jumat diajak untuk senantiasa menyadari bahwa segenap anugerah yang diterima sepenuhnya berasal dari Allah, dan merupakan hak prerogatif Allah. Sebagai salah satu bukti ketergantungan manusia kepada Allah, mereka diharuskan untuk berdoa. Teks khutbah Jumat ini berjudul "Merenungi Hakikat Ikhtiar dan Doa". Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini pada tampilan dekstop. Semoga bermanfaat! Redaksi Khutbah I اَلْحَمْدُ للهِ الْمَوْجُوْدِ أَزَلًا وَأَبَدًا بِلَا مَكَانٍ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ الْأَتَمَّانِ الْأَكْمَلَانِ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ إِنَّ ٱللَهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ Maasyiral Muslimin rahimakumullah, Pada Jumat kali ini marilah kita menata hati, menata niat, hadir di majelis mulia ini semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT dan mengharap ridha dan berkah dari-Nya. Jangan sampai niatan kita hadir di majelis ini untuk sekadar menggugurkan kewajiban kita, apalagi menjadi sebuah keterpaksaan. Tentu jika ada terbersit seperti ini dalam hati kita maka apa yang kita lakukan ini akan sia-sia dan akan terasa berat yang akhirnya tidak mendapatkan kualitas ibadah yang baik. Mari jadikan momentum rangkaian ibadah Jumat setiap pekannya sebagai motivasi untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wata’ala sekaligus memperbaiki diri dalam memahami ilmu-ilmu agama melalui materi-materi khutbah Jumat yang disampaikan oleh para khatib. Karena memang sudah menjadi kewajiban kita untuk terus berikhtiar memperbaiki kualitas diri kita ke arah yang lebih baik dengan belajar dan menuntut ilmu mulai dari ayunan sampai liang lahat. Allah pun akan memberi status lebih, bagi orang-orang yang memiliki ilmu sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Mujadilah 11. يَرْفَعِ ٱللهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا ٱلْعِلْمَ دَرَجٰتٍ Maknanya "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." Maasyiral Muslimin rahimakumullah, Terkait dengan kewajiban untuk terus memperbaiki kualitas diri melalui berbagai macam ikhtiar, marilah kita pahami ayat Al-Qur’an dalam Surat Ar-Ra’du 11 لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍ سُوٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ Maknanya “Baginya manusia ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” Maasyiral Muslimin rahimakumullah, Dalam ayat ini terdapat kalimat yang cukup masyhur dan sering digunakan sebagai ayat motivasi untuk merubah nasib, yakni إِنَّ ٱللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ Ayat ini memiliki pengertian bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum atau bangsa dari kenikmatan dan kesejahteraan yang dinikmatinya menjadi binasa dan sengsara, melainkan mereka sendiri yang mengubahnya. Mengenai ayat ini Imam Ath-Thabari dalam tafsirnya menjelaskan bahwa pada dasarnya semua orang itu dalam kebaikan dan kenikmatan. Allah pun tidak akan mengubah kenikmatan-kenikmatan seseorang yang sudah didapatkannya dari lahir, kecuali mereka mengubah kenikmatan tersebut menjadi keburukan yang disebabkan perilakunya sendiri. Untuk kita sadari, setiap manusia dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan suci dan tentunya mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan kenikmatan dari Allah. Namun perilaku manusia itu sendirilah yang dapat mengubah kenikmatan yang telah dianugerahkan Allah menjadi keburukan atau musibah. Faktor perubahan sebuah kenikmatan menjadi keburukan ini bisa berasal dari kesalahan manusia itu sendiri maupun akibat pengaruh orang lain. Oleh karenanya ayat ini bisa menjadi memotivasi bagi kita untuk terus berusaha dan berjuang melakukan yang terbaik dan mempertahankan agar anugerah kebaikan dan kenikmatan dari Allah tak berubah menjadi keburukan karena perilaku kita sendiri. Dengan ayat ini pula, kita tidak boleh berpangku tangan dan pasrah terhadap nasib dan kondisi kita selama hidup di dunia. Kita diwajibkan untuk senantiasa melakukan ikhtiar dan setelah itu bertawakkal atau berserah diri dan berdoa pada Allah, karena Ia lah yang memiliki kekuasaan untuk mengabulkannya. Namun Maasyiral Muslimin rahimakumullah, Jika pun pada suatu saat kita mendapatkan kenikmatan, maka kita tidak boleh berpikir jika itu adalah semata hasil dari usaha dan doa yang kita panjatkan. Rezeki yang diberikan oleh Allah adalah hak prerogatif Allah kepada hambaNya yang Ia kehendaki. Jika kita merasa bahwa sesuatu yang kita dapatkan adalah hasil dari usaha dan doa kita, maka sama saja kita sudah mengatur sang pemberi rezeki yaitu Allah subhanahu wata'ala. Doa hanyalah wasilah dari apa yang kita dapatkan. Jadi jangan bertumpu kepada doa saja ataupun usaha saja. Lalu apa manfaat doa yang selalu kita panjatkan dalam rangka mengiringi usaha yang sudah kita lakukan? Allah SWT berfirman Surat Al Mukmin, ayat 60 ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ Artinya “Berdoalah kepada-Ku, Aku akan mengabulkannnya” Doa adalah perintah Allah dan ketika kita patuh kepada-Nya, maka itu akan tercatat sebagai sebuah Ibadah. Ketika kita berdoa dengan niatan ibadah maka tiada lain balasannya kecuali pahala. Perkara hasil dari doa, bisa saja berbeda dengan apa yang diharapkan. Kadang dalam doa, kita mengharap A, ternyata Allah menghendaki dan memberikan B. Jadi ketika kita mendapatkan hal yang berbeda dari doa yang kita panjatkan, maka kita haruslah meyakini bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik bagi kehidupan kita di dunia. Termasuk, jika kita tidak mendapatkan apa pun yang kita harapkan dari usaha dan doa kita, itu juga merupakan yang terbaik dari Allah subhanahu wata'ala. Maasyiral Muslimin rahimakumullah, Kita sebagai umat yang beriman harus menyadari bahwa ada hal ghaib yang mengiringi kehidupan kita di dunia. Ada faktor yang tak kasat mata menjadi penyebab selamatnya kita dalam kehidupan dunia. Sebagaimana Dalam Al-Qur’an dalam Surat Ar-Ra’du 11 disebutkan لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ Maknanya “Baginya manusia ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah.” Berdasarkan tafsir Kementerian Agama RI, ayat ini menjelaskan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala menugaskan kepada beberapa malaikat untuk selalu mengikuti dan menjaga kita dari pelbagai bahaya dan kemudaratan secara bergiliran, baik di depan maupun di belakang kita. Kita juga harus menyadari bahwa ada malaikat yang berada di kanan dan kiri kita bertugas mencatat semua amal perbuatan kita, yang baik ataupun yang buruk, yang dikenal dengan nama Malaikat Raqib dan Atid. Malaikat-malaikat ini ada yang bertugas menjaga manusia di malam hari, dan ada yang menjaga di siang hari. Jadi setiap manusia memiliki empat malaikat pada siang hari dan empat malaikat pada malam hari. Mereka datang secara bergiliran. Hal ini diperkuat dalam hadis yang sahih yang diriwayatkan Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah yang menjelaskan bahwa ada beberapa malaikat yang menjaga kita secara bergiliran di malam hari dan di siang hari. Mereka bertemu untuk mengadakan serah terima pada waktu salat Subuh dan salat Ashar, lalu naiklah malaikat-malaikat yang menjaga di malam hari. Lalu Allah Taala bertanya "Bagaimana keadaan hamba-hamba-Ku ketika kamu meninggalkan mereka di dunia?". Malaikat menjawab, "Kami datang kepada mereka ketika shalat dan kami meninggalkan mereka, dan mereka pun sedang shalat." Dengan adanya ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi tentang hal ghaib berupa pengawasan malaikat pada manusia ini, maka tentunya kita harus senantiasa berikhtiar dengan baik dan menjaga diri dari perbuatan yang tidak sesuai dengan yang digariskan oleh Allah Subhanahu wa Taala seperti perbuatan maksiat. Maasyiral Muslimin rahimakumullah, Jika kita hanya berpikir dengan mengunakan logika dan hal yang tampak oleh mata saja, maka kita akan sulit untuk mengimani dan mempercayai adanya malaikat-malaikat yang menjaga kita ini. Namun sebagai umat Islam, mengimani hal-hal ghaib, termasuk adanya malaikat, merupakan salah satu rukun iman yang harus terus kita perkuat. Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah 3 الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۙ Terjemah “yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka”. Sudah seharusnya perkembangan ilmu pengetahuan yang dapat mengungkapkan bermacam-macam perkara yang tak terlihat oleh mata saat ini, bisa menjadi bukti dan menambah keyakinan kita tentang hal-hal ghaib dan benarnya teori serta ketentuan agama ini. Di zaman modern saat ini, pengawasan malaikat pada diri manusia dapat diyakini kebenarannya setelah ilmu pengetahuan menciptakan alat-alat modern yang dapat mencatat semua kejadian. Sebagai contoh, alat kamera CCTV dan berbagai alat pengukur pemakaian aliran listrik, air, telepon dan sejenisnya sudah bisa dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mengetahui berapa jumlah data yang telah dipergunakan dan berapa yang harus dibayar oleh si pemakai. Demikian pula alat-alat yang dipasang di kendaraan bermotor yang dapat mencatat kecepatannya dan mengukur berapa jarak yang telah ditempuh. Realita ini sebenarnya juga bisa mengingatkan dan meyakinkan orang-orang yang dikuasai oleh doktrin kebendaan, sehingga mereka mengakui adanya hal-hal gaib yang tidak dapat dirasakan dan diketahui hanya dengan panca indera. Lalu mengapa Allah SWT menugaskan para Malaikat untuk mengawasi kita padahal Allah maha mengetahui atas segalanya? Mengapa Allah masih menugaskan malaikat untuk mencatatnya? Ketentuan Allah ini mengandung hikmah agar kita lebih tunduk dan berhati-hati dalam bertindak karena kemahatahuan Allah melingkupi kita. Amal kita terekam dengan akurat sehingga kelak tidak ada yang merasa dizalimi dalam pengadilan Allah. Hadirin jama’ah shalat Jumat rahimakumullah, Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin. بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ Khutbah II اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا .. وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِوَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. Muhammad Faizin, Sekretaris MUI Provinsi Lampung Naskah khutbah Jumat juga bisa diakses lebih praktis via fitur Khutbah di NU Online Super App. Instal sekarang Android dan iOS. Nikmati pula beragam fitur lain Al-Qur'an, Yasin & Tahlil, Maulid, Ensiklopedia NU, Ziarah, Video, dan lain-lain. Baca naskah Khutbah Jumat lainnya Khutbah Jumat Bertawassul dengan Sedekah agar Terhindar dari Wabah Khutbah Jumat Pentingnya Mengendalikan Amarah Khutbah Jumat Larangan Bicara Agama Tanpa Dasar Ilmu 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID xLT6YGCSUYGQi_5Oc9P5UoqpGAhUJ6wSSZ3m0fH5Zz4ll7_rMJknwA==

khutbah jumat tentang hakikat hidup